TB Paru
"Are we there yet?" Mungkin hal itu yang sering kulantunkan dalam kantuk selama perjalanan road trip lintas Jawa bersama keluarga. "Are we..." Belum bulat namun tubuh sudah menggeliat tukar posisi tidur yang nyenyak; menempel jendela kaca mobil Fortuner 2.7 G Luxury warna hitam. Ya, memang seperti itulah kerjaanku di dalam mobil. Mungkin tidur memang obat dari ketakutan berada dalam ruang sempit. Membayangkan ubun-ubun yang menempel dekat dengan atap mobil saja sudah berhasil membuat bulu kudukku merinding. Thanks to claustrophobia. Fast forward ke hari ini, mungkin pertanyaan tersebut bisa digunakan untuk hal lain. Seiring dengan kesibukan mencari 'angka' di ibu kota, kegiatan road trip seringnya hanya berujung di WhatsApp grup keluarga saja. Seperti Hari Raya tahun ini yang seharusnya bisa membakar rindu belasan tahunku pada kampung halaman, bau tanah kota Solo, atau panasnya kebun binatang Jurug, semua rencana yang tersusun rapih untuk mengunjung...